Respons Isu Aktual Ketua MPR RI Jumat 24 Juli 2020

  • Bagikan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo merespons sejumlah isu aktual pada Jumat (24/7/2020). Di antaranya terkait dengan peningkatan utang pemerintah, tren kenaikkan kasus corona, dan perkantoran menjadi salah satu pusat pandemi

*1. Terjadinya peningkatan utang pemerintah yang sulit untuk dihindari di tengah pandemi covid-19, respon Ketua MPR RI:*

A. Mendorong Komite Pemulihan Ekonomi Nasional segera menyiapkan langkah strategis dalam mengantisipasi meningkatnya utang pemerintah, disamping menyarankan agar pemerintah dalam memanfaatkan utang untuk hal-hal yang dianggap prioritas, sehingga penggunaan utang secara efektif dapat memulihkan beban fiskal dan ekonomi secara berkelanjutan.

B. Mendorong pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi terhadap implikasi jangka panjang yang disebabkan dari meningkatnya utang pemerintah, dikarenakan kondisi pasar keuangan global masih diliputi ketidakpastian akibat pandemi covid-19.

C. Mendorong pemerintah menjaga dan mengoptimalkan program pemulihan ekonomi nasional dan melakukan upaya efisiensi anggaran bagi K/L guna pencegahan melonjaknya utang pemerintah, dan terhindar dari terjadinya resesi maupun kontraksi ekonomi yang semakin mendalam.

D. Mendorong adanya kerjasama dari seluruh kementerian/lembaga hingga ke pemerintah daerah/Pemda untuk berkomitmen dalam penyerapan anggaran secara maksimal dan efisien, serta berkomitmen melaksanakan program-program pemulihan ekonomi nasional, sehingga dapat mencegah terjadinya peningkatan kemiskinan.

*2. Tren kenaikan kasus positif Covid-19 terjadi secara nasional sejak 18 Juli sampai hari ini, angka kasus baru setiap harinya konsisten diatas 1.600 kasus, respon Ketua MPR RI:*

A. Mendorong kinerja pemerintah baik pusat maupun daerah lebih maksimal dalam penanganan Covid-19 di setiap daerah, sehingga hasil dari kinerja tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah sendiri. untuk itu perlu evaluasi agar kinerja tim penanggulangan Covid-19 lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat menekan laju perkembangan virus Covid-19 kedepannya.

B. Mendorong pemerintah baik pusat maupun daerah menetapkan kembali status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat, khususnya di daerah dengan tambahan kasus harian terbanyak seperti di DKI Jakarta yakni 470 kasus dalam 24 jam terakhir.

C. Mendorong pemerintah bersama Satgas Penanganan Covid-19 dan TNI-Polri secara aktif melakukan tes PCR dan rapid test serta melakukan patroli dalam rangka mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan di setiap daerah, dan secara sigap membatasi ataupun menutup sementara sektor-sektor diluar sembilan sektor yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020 apabila angka penambahan Covid-19 meningkat signifikan sebagai upaya dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan juga mencegah terjadinya klaster baru Covid-19.

D. Mendorong pemerintah benar-benar mengambil langkah serius dalam mengendalikan persebaran Covid-19 terutama menekan angka penambahan Covid-19 yang terjadi setiap harinya.

E. Mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dimanapun dan kapanpun serta tetap mematuhi seluruh kebijakan/aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, mengingat ancaman nyata Covid-19 ada disekitar kehidupan kita.

*3. Perkantoran menjadi salah satu pusat penularan baru covid-19, respon Ketua MPR RI:*

A. Mendorong pimpinan kantor menerapkan anjuran pemerintah untuk bekerja dengan sistem shifting dan Work From Home (WFH) bergiliran, dan memastikan kondisi setiap pegawai perkantoran yang masuk kerja benar-benar sehat dan layak untuk bekerja, sehingga tidak berpotensi menyebabkan perkantoran menjadi tempat penularan covid-19.

B. Mendorong setiap pimpinan di perkantoran wajib bersikap tegas kepada pegawainya dengan mengarahkan untuk disiplin dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan perkantoran guna mengurangi risiko penyebaran covid-19.

C. Mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan dan menyepelekan kasus covid-19, dan meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian karena angka covid-19 masih terus meningkat.

D. Mendorong pihak kantor untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang mendukung kebersihan dan sesuai dengan protokol covid-19, seperti menyemprotkan desinfektan secara berkala ataupun penerapan jaga jarak yang ketat di ruangan kantor, khususnya ketika menyelenggarakan rapat atau kegiatan yang akan melibatkan banyak orang. ****

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *